Pada atlantalinuxfest, Mark Shuttleworth (SABDFL) mengumumkan codename untuk ubuntu 10.04 dengan nama Lucid Lynx. Lynx adalah varian kucing besar (satu keluarga dengan harimau).
Sesuai dengan namanya, Ubuntu 10.04 akan dirilis pada April 2010. Jadwal rilis lebih lengkapnya:
3 December 2009 – Alpha 1 release
7 January 2010 – Alpha 2 release
4 February 2010 – Alpha 3 release
4 March 2010 – Beta 1 release
1 April 2010 – Beta 2 release
15 April 2010 – Release Candidate
29 April 2010 – Final release of Ubuntu 10.04 LTS!
Rilis ini adalah rilis yang ditunggu-tunggu karena merupakan rilis LTS (Long Time Support) yang berarti pengguna akan mendapatkan support 5 tahun untuk desktop dan 8 tahun untuk server edition. Sedangkan target istimewa yang akan dicapai dalam rilis ini adalah waktu boot yang mencapai 10 detik...
undurundur
when ubuntu meet undurundur...
Minggu, Oktober 18, 2009
Lucid Lynx, codename Ubuntu 10.04
Diposkan oleh
candra
pukul
8:04 AM
6
komentar
Link ke posting ini
Kamis, Agustus 13, 2009
"Bug" dalam Ubuntu Code Of Conduct
#53843: Clarify SABDFL in Code of Conduct
SABDFL - Self-Appointed Benevolent Dictator For Life. Istilah ini adalah turunan dari BDFL, yaitu istilah atau pemberian gelar untuk pemimpin proyek open source. Kata ini pertama kali digunakan pada pencipta Python, Guido van Rossum. Mark Shuttleworth menambahkan Self-Appointed untuk dirinya sendiri. Contoh orang-orang yang mendapatkan gelar ini diantaranya:
* Guido van Rossum, pencipta Python
* Larry Wall, pencipta Perl
* Patrick Volkerding, perakit Slackware
* Dries Buytaert, pendiri dan pemimpin proyek Drupal.
Dalam Ubuntu CoC, kata SABDFL tidak dijelaskan, atau minimal diberikan arti panjangnya. Dikhawatirkan banyak yang tidak mengerti term ini, utamanya pendatang baru.
#272826: "Ubuntero" inappropriate for female contributors
Menurut bahasa spanyol, Ubuntero hanya bermakna pria, sedangkan untuk wanita disebut Ubuntera. Karena dikhawatirkan berpengaruh pada keadilan gender, maka istilah ini seharusnya digantikan dengan Ubuntista yang berarti Universal, pria dan wanita. Meskipun acuan makna Ubuntero adalah bahasa Inggris, tetapi dengan adanya makna lain dalam bahasa lain, maka akan menjadi sedikit bermasalah.
Meskipun kelihatan sepele, tetapi bagi sebagian orang ternyata netralitas dalam bahasa manapun dipandang cukup penting. Bug ini akhirnya menghapuskan kata Ubuntero dan digantikan dengan "Signing Ubuntu CoC" pada bagian terbawah dari halaman anggota launchpad.
#284222: 'developers' in preamble of CoC
Developer pada bagian ini terlihat terlalu kaku. Dalam istilah umum, developer telah memiliki term "programmer sukarela", padahal arti sebenarnya dari developer disini adalah "anggota komunitas". Anggota dapat berarti semua yang terlibat dan berkontribusi didalamnya, baik sebagai penanya, penjawab, pelapor bug, penterjemah dan lainnya.
sumber:
https://bugs.launchpad.net/ubuntu-codeofconduct
http://www.artima.com/weblogs/viewpost.jsp?thread=235725
http://en.wikipedia.org/wiki/Benevolent_Dictator_For_Life
Diposkan oleh
candra
pukul
5:53 AM
0
komentar
Link ke posting ini
Kategori: Ubuntu
Minggu, Agustus 09, 2009
Sharing alternatif direktori melalui nautilus
Jika biasanya kita menggunakan samba, kita konfigurasikan file /etc/samba/smb.conf untuk mengatur sharing direktori, permission, password dan tetek bengek aturan lain. Nah, seperti pada artikel sebelumnya, kita bisa menggunakan alternatif sharing file layaknya pada MsWindust. Caranya, mirip juga dengan MsWindust, yaitu pada jendela properties pada tiap direktori. Ada 3 opsi yaitu share, guest dan write access, tidak lupa bisa menambahkan comment juga.
Gambar diatas menunjukkan kalau kita tidak punya akses untuk memberikan sharing file, dan harus membuat file konfigurasi lagi pada smb,conf. Nah meskipun kita sudah membuatnya, tetap saja tidak bisa karena file konfigurasi berada pada direktori /var/lib/samba/usershares yang artinya harus ada akses root. Daripada riber, solusinya kita bisa membuka nautilus atas nama root,
berlian@undurundur:~$ gksu nautilus

Oke, kita buat share dan sukses!
Nah keuntungan sharing dengan metode ini tuh nggak perlu restart samba daemon, tidak seperti smb.conf yang harus merestart service samba agar perubahan menjadi efektif. Sedangkan untuk menghapus share ini kita tinggal menghapus file yang ada pada /var/lib/samba/usershares....
berlian@undurundur:~$ sudo rm /var/lib/samba/usershares/*.*
[sudo] password for berlian:
Diposkan oleh
candra
pukul
1:31 AM
0
komentar
Link ke posting ini
Mengapa software open source menjadi software "nomor 2"?
Berawal dari perbincangan dengan teman saya seperjuangan, tentang virus dan antivirus, tiba-tiba kita merembet ngomongin linux dan akhirnya open source dan seperti biasa, akhirnya terjadilah perdebatan seru mengenai filosofi, sistem kerja, tahap pengembangan dan tetek bengeknya, akhirnya tidak menemukan titik temu karena sudah malam. Nah, akhirnya kemaren kita ketemu lagi, disebuah warkop kami lanjutkan perbincangan, debat, eyel-eyelan, bahkan hampir bacokan:-).
Selama ini kita sering mendengar rasan-rasan dari pembenci dan pemuja open source tentang kualitas software-software open source. Memang tak bisa dipungkiri, software open source kebanyakan menjadi nomor 2, bahkan nomor sekian dari software properietary. Meskipun tidak semua, karena tentunya aplikasi-aplikasi networking dan server open source terbukti menjadi software utama dan nomor 1 daripada software berbayar. Sebagai contoh apache, squid, atau bind yang menjadi senjata utama server-server besar dunia. Tetapi tentunya kita tahu bahwa kita tak bisa membandingkan Gimp dengan Photoshop, Inkscape dengan CorelDraw, AutoCad dengan Blender atau puluhan software lainnya.
Wajarlah, mungkin dari segi umur memang jauh, tapi bukankah satu perusahaan bisa dikalahkan oleh pengembang dari seluruh penjuru dunia? Itulah masalahnya. Banyak teori mengenai masalah tersebut. Sebut saja manajemen pengembangan yang tidak terfokus, delegasi tugas yang kurang terdistribusi dengan baik, atau kurangnya koordinasi antar pengembang. Bahkan ada yang mengatakan komersialisasi adalah kuncinya, karena pengembangan open source yang terlambat akan terbentur hak paten oleh software properietary. Ya, semua benar. Semua mungkin terjadi pada puluhan software yang ada. Tapi mungkin juga dalam beberapa kasus, completely false! Nah, daripada perbincangan saya dan teman saya kemaren cuma jadi sampah dan debat kusir saja, lebih baik saya abadikan disini. Bukan pengamat, apalagi kritikus. Hanya "berbagi tjerita" dan mengurai benang kusut...
1). Terlalu banyaknya varian sehingga fokus pengembangan terpecah. Banyak sekali varian software open source dengan fungsi sama. Itulah indahnya open source. Seperti cita-cita Linus Torvalds yang ingin melihat setiap rumah memiliki software berbeda. Dalam bahasa Ubuntu disebut Universe. Kita ambil contoh pengolah Vector. Dijajaran software berbayar, yang paling kita kenal: Corel Draw, Adobe Illustrator, Freehand. Dijajaran software open source: Inkscape, sK1, Sodipodi, xfig, Sketch, Karbon14 and Kontour, OpenOffice Draw, Dia, Tgif, Gestalter, ImPress, Tkpaint, Tgif.
Tentu saja kita tak bisa memaksa seseorang untuk memakai dan membuat sebuah aplikasi. Tetapi untuk sekedar pengandaian, jika hanya dua atau bahkan satu saja software yang dikembangkan dalam open source, Inkscape misalnya, mungkin saja dapat dapat meng-overtake CorelDraw. Hal ini dapat terjadi karena tidak adanya pembuatan "fitur ganda". Developer hanya memikirkan fitur-fitur baru dan patching dari bug-bug yang ada dan tidak memikirkan untuk membuat lagi (atau menulis ulang dari contekan source code dari software open source lain) fitur-fitur yang sudah ada dalam software lain. Dengan begitu perkembangan akan lebih terakselerasi.
No problem should ever have to be solved twice. Creative brains are a valuable, limited resource. They shouldn't be wasted on re-inventing the wheel when there are so many fascinating new problems waiting out there...Memikirkan fitur yang sudah ada --bukan bug tentunya-- sama dengan memikirkan masalah yang sudah terselesaikan, dan itu adalah pemborosan sumber daya. Alangkah baiknya jika resources itu digunakan untuk memikirkan desain, usability, kestabilan dan testing untuk menciptakan software "nomor 1". Tentunya kita juga punya cita-cita seperti mark shuttleworth --ubuntu overtaking apple--, tetapi mungkinkah dengan sekian banyak varian ini kita mampu melakukannya? Tentu saya lebih percaya jika GIMP overtaking Photoshop, dan bukan GIMP, ImageMagick, CinePaint, RubyMagick, semuanya meng-overtake Photoshop....
(How To Become A Hacker - Eric Steven Raymond)
2). Kebuntuan pengembangan karena keterbatasan SDM. Masalah ini sering terjadi terjadi. Frozen feature. Ketika para developer dari setiap aplikasi telah mencapai tahap tertinggi kemampuannya, pengembangan akan terhenti. Bahkan pengambilan source code dari setiap fitur software lain telah habis, pengembangan software akan mencapai tahap stagnasi. Yang ada hanya patching bug. Sedangkan pencontekan dari fitur yang telah ada pada software berbayar tidak memungkinkan karena tidak adanya akses source code, ataupun jika mampu membuat, terbentur hak paten.
Sementara itu para pendatang baru --seperti saya:) -- belum mampu untuk menciptakan fitur baru. Jangankan membuat, membaca source-code tingkat tinggi saja tidak bisa. Mungkin saja mereka memiliki ide, tetapi mereka hanya mampu mengimplementasikannya dalam blueprints saja. Hanya sekedar ide. Tidak lebih.
Kebuntuan semacam ini bisa dipecahkan dengan diskusi yang baik diantara pengembang. Kebuntuan lebih bisa diselesaikan hanya dengan jalan diskusi. Seringkali ide-ide brillian ditemukan tanpa kesengajaan dalam diskusi dan perdebatan. Dengan semakin intensifnya komunikasi melalui forum, milis atau IRC, para pengembang akan bertukar pikiran untuk mendapatkan pemecahan masalah dan ide segar untuk pengembangan selanjutnya.
Selain itu, dengan semakin banyaknya pengembang (pekerja lebih tepatnya) yang bekerja di perusahaan-perusahaan software berbayar, akan dapat membuka tabir dibalik fitur-fitur rahasia dari software properietary. Meskipun tidak dalam source code yang sama, tetapi setidaknya pelemparan algoritma dan strukturnya ke publik akan membuat open source cepat tumbuh. Sudah menjadi fenomena bahwa pengembang-pengembang komersial juga sekaligus menjadi pengembang open source. Karena coding bagi mereka adalah hobi, maka jika pagi hari mereka coding untuk bekerja, dan sepulang kerja mereka berkreasi tanpa aturan, kekangan dan deadline dari perusahaan dengan ikut bergabung di dunia open source. Sebut saja google, adobe, sun, apple, bahkan microsoft. Banyak pekerja mereka yang juga menjadi motor penggerak open source. SDM-SDM seperti inilah yang sangat diharapkan bagi kelangsungan pengembangan open source.
Nah mungkin anda punya masukan lain, silahkan kasih komentar atau anda berikan link dari tulisan anda.
Diposkan oleh
candra
pukul
12:55 AM
0
komentar
Link ke posting ini
Terjemahan tidak resmi Ubuntu Code of Conduct 1.0.1
Atas bantuan dan jasa baik teman saya, saya mencoba menterjemahkan Ubuntu Code of Conduct (CoC). Terjemahan ini juga saya share di wiki Ubuntu Indonesia. Bagi anda yang tertarik untuk menandatangani silahkan lihat panduan ini. Mohon koreksinya jika ada kalimat atau kata yang kurang pas padanan katanya, atau bahkan kurang enak didengar. Silahkan anda mengedit pada halaman wiki atau anda bisa memberitahu saya untuk saya edit, termasuk postingan ini juga.
= Kode Etik Ubuntu =
Kode Etik ini meliputi perilaku Anda sebagai anggota Komunitas Ubuntu, baik di forum, milis, wiki, web site, channel IRC, install-fest, pertemuan umum atau korespondensi pribadi. Ubuntu Community Council akan menyelesaikan masalah atas pelaksanaan kode etik dalam komunitas.
# Berhati-hatilah.
Pekerjaan anda akan digunakan oleh orang lain, dan pada gilirannya anda juga akan bergantung pada pekerjaan orang lain. Keputusan apapun yang akan Anda ambil akan mempengaruhi pengguna dan rekan kerja, dan kami mengharapkan anda untuk membawa akibat kedalam akun yang anda putuskan. Sebagai contoh, ketika kita berada dalam satu fitur yang beku, mohon jangan meng-upload secara dramatis versi baru perangkat lunak dari sistem, karena orang lain akan menguji sistem beku dan tidak akan mengharapkan perubahan besar.
# Hormatilah.
Komunitas Ubuntu dan anggotanya memperlakukan satu sama lain dengan hormat. Setiap orang dapat memberikan kontribusi yang berharga untuk Ubuntu. Kita mungkin tidak selalu setuju, tapi pertentangan bukan alasan untuk berperilaku dan bersikap buruk. Mungkin kita semua mengalami frustrasi, tapi kami tidak dapat membiarkan anda untuk melampiaskannya dengan menyerang secara pribadi. Perlu diingat bahwa komunitas yang anggotanya merasa tidak nyaman bukanlah komunitas yang produktif. Kami mengharapkan anggota komunitas Ubuntu untuk saling menghormati sesama kontributor lain sebagaimana orang-orang diluar proyek ubuntu dan dengan pengguna ubuntu.
# Bekerjasamalah.
Ubuntu dan Perangkat Lunak Bebas adalah tentang kolaborasi dan kerja sama. Kolaborasi mengurangi kelebihan kerja yang dilakukan di dunia Perangkat Lunak Bebas, dan meningkatkan kualitas perangkat lunak yang dihasilkan. Anda seharusnya bekerjasama untuk berkolaborasi dengan maintainers Ubuntu, serta dengan komunitas yang lebih tinggi yang tertarik dengan pekerjaan yang Anda lakukan. Pekerjaan anda harus dilakukan secara transparan dan harus dipatch dari Ubuntu untuk diberikan kembali ke komunitas dimana pekerjaan itu dibuat, tidak hanya ketika rilis distribusi. Jika Anda ingin bekerja pada kode baru untuk upstream proyek-proyek yang ada, paling tidak informasikan kepada orang-orang dalam proyek tentang ide dan kemajuan Anda. Hal itu mungkin tidak mendapatkan konsensus dari upstream atau bahkan dari kolega Anda tentang implementasi yang benar dari sebuah ide, jadi jangan merasa berkewajiban untuk memiliki kesepakatan sebelum memulai, tetapi setidaknya menjaga dunia luar tahu tentang pekerjaan Anda, dan mempublikasikan hasil karya Anda dalam cara yang memungkinkan orang luar untuk menguji, mendiskusikan dan memberikan kontribusi kepada usaha Anda.
# Bila Anda tidak setuju, konsultasikan dengan yang lain.
Perbedaan pendapat, baik politis maupun teknis, terjadi di setiap waktu dan tak terkecuali di komunitas Ubuntu. Tujuan yang terpenting adalah tidak untuk menghindari perbedaan pendapat atau pandangan yang berbeda, tetapi untuk menyelesaikan secara konstruktif. Anda harus kembali kepada komunitas untuk mencari nasihat dan untuk menyelesaikan perbedaan pendapat. Kami memiliki Technical Board dan Community Council, yang akan membantu untuk menentukan jalan yang tepat untuk Ubuntu. Ada juga beberapa Tim Proyek dan Pemimpin Tim, yang mungkin dapat membantu Anda mengetahui arah yang mungkin paling dapat diterima. Jika Anda benar-benar ingin mengambil jalan yang berbeda, maka kami mendorong Anda untuk membuat distribusi turunan atau alternatif set dari paket yang tersedia yang menggunakan framework Manajemen Paket Ubuntu, sehingga komunitas dapat mencoba ide-ide Anda untuk dirinya sendiri dan memberikan kontribusi untuk didiskusikan.
# Bila Anda tidak yakin, bertanyalah.
Tidak ada orang yang tahu segalanya, dan tidak diharapkan untuk menjadi sempurna di Komunitas Ubuntu (kecuali tentu saja SABDFL). Bertanya adalah menghindari banyak masalah, dan pertanyaan adalah semangat. Mereka yang diberi pertanyaan haruslah responsif membantu. Namun, ketika bertanya, haruslah memperhatikan forum yang tepat. Pertanyaan yang tidak sesuai dengan topik, seperti permintaan untuk membantu di milis pengembangan adalah mengurangi produktivitas diskusi.
# Mengundurkan diri dengan berhati-hati.
Pengembang datang dan pergi pada setiap proyek dan begitu pula dengan Ubuntu. Ketika anda meninggalkan atau melepaskan diri dari proyek, seluruhnya atau sebagian, kami meminta Anda melakukannya dengan cara yang tidak mengganggu proyek. Hal ini berarti Anda harus menjelaskan kepada orang-orang yang anda tinggalkan dan mengambil langkah yang tepat untuk memastikan bahwa ada orang lain yang dapat menggantikan anda.
Diposkan oleh
candra
pukul
12:13 AM
0
komentar
Link ke posting ini
Kategori: Ubuntu
Minggu, Juli 12, 2009
Artikel Wikipedia Indonesia mencapai 100.000
Jika anda mengunjungi halaman utama situs wikipedia, maka akan anda lihat wikipedia Indonesia menempati urutan atas yang di-sort berdasar jumlah artikel. Meskipun kebanyakan artikel masih merupakan rintisan dan berisi tentang wilayah-wilayah administratif saja --misalnya Jombang, karena saya berasal dari Jombang:)) --, namun seiring dengan banyaknya pengguna internet Indonesia --yang bukan hanya pengguna facebook--, kita berharap artikel ini cepat berkembang biak dengan kontribusi kita.
1.000 artikel - 16 Maret 2004
10,000 artikel - 31 Mei 2005
50,000 artikel - 1 Februari 2007
100,000 artikel - 21 Februari 2009
Diposkan oleh
candra
pukul
8:21 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Kategori: IT, Warna-warni
Senin, Juni 29, 2009
Ayat - ayat cinta the movie. Penyesatan....!!
Yah, meskipun udah basi ngomongin film AYAT-AYAT CINTA (AAC), nggak apa2 lah. Ini bukan soal basi ato nggak, tapi ini soal pelecehan, penyelewengan, penjualan agama, black campaign, juga soal rasa muak dan pengen muntah. Sebenernya pengen posting masalah ini dari dulu, tapi Alhamdulillah, kemaren iseng2 nyambangi blog cyberheb, buka2 archive, ternyata ada tulisan bagus dari cyberheb yang sudah cukup mewakili semua perasaan di dadaku.
Banyak juga yang pro, yang kasih alasan 'mendingan, daripada pilem bokep', 'proses pendewasaan pilem indonesia', 'lebih baik daripada pilem cinta2an' ato sejuta alasan laen. Kalo bagi ente, tu semua gak ada artinya. Masalahnya ini menyamar. Tampil putih padahal isinya hitam. Laen lagi masalahnya kalo hitam yang tampil hitam, udah jelas racun. Filternya gampang. Sensornya gampang. Nah kalo AAC? serigala berbulu kelinci. Ah, tu ibarat membunuh nyamuk pake bazzoka.
Bagi ente2 yang ngaku penggemar berat film ini, I DONT CARE. Gue emang gak ngerti sastra. Gak ngerti novel. Apalagi puisi. Gue cuma hobi nonton film, apalagi film action barat. Disitu sering sekali mendiskreditkan islam dan berbau SARA, tapi barat kan emang sudah jadi perkara. Dari dulu selalu memusuhi islam. Kalo udah gini, gampang banget kan filternya. Dan yang pasti bukan atas nama islam. Nah, masalahnya ini film Indonesia bro!! mengatasnamakan keindahan islam lagi. Ternyata teman2 gue juga banyak yang bilang kalo pilem ini lebih pantes dinamai ayat-ayat setan. hi...serem..!!!
Ah, kenapa jadi meluap2 gini. Maklum aja yah, namanya aja uneg2. Biasanya orang nyampein uneg2 emang begini...
Oke, silahkan dibaca deh, gue males ketik banyak2...
Ayat-ayat cinta (poligami vers by:hanung)
dikutip dari blog cyberheb:
http://cyberheb.wordpress.com/2008/03/15/fenomena-ayat-ayat-cinta-2/
Yap, tulisan yang gw buat sekarang ini mengandung unsur SARA. So, jika keberatan silahkan di-skip dan tidak usah dibaca. Ini hanya sepenggal opini pribadi mengenai fenomena film ayat-ayat cinta.
Gw sih sampe saat ini belum pernah nonton film nya di bioskop, tapi awalnya sempat kagum dengan cerita orang cerdas satu ini yang bercerita tentang banyaknya cobaan saat hendak meng-apresiasikan film ayat-ayat cinta. Dan satu alasan kenapa tidak nonton yang bajakan, karena setelah membaca blog (lagi-lagi) orang dengan tekad-membara-untuk-mewujudkan-film-yang-berkualitas satu ini yang menceritakan bahwa versi bajakan masih sangat tidak berkualitas, banyak adegan yang belum sempurna, termasuk saat fahri talaqi yang masih menggunakan suara wanita (why?!karena sang pemeran utama tidak bisa membaca al-qur’an?!) maka gw dengan sengaja berusaha menonton versi asli yang di bioskop. Pernah hari minggu kemarin saat jalan-jalan dengan istri dan beberapa saudara sempat berniat nonton AAC di bintaro plaza, tapi ternyata full dan yang tersisa hanya tinggal jam 21 an. Alhasila gak jadi nonton. Namun masih tetap merencanakan untuk nonton bareng istri apabila ada waktu senggang weekend ini.
Baru aja gw liat di tv tentang film ayat-ayat cinta, dimana sang sutradara diwawancara bersama beberapa tokohnya. Dan gw lihat cuplikan adegan-adegan yang membuat ingin muntah seketika. Belakangan gw baru tau, ternyata alur cerita dirubah dengan sangat cerdiknya. Bagi yang belum pernah membaca karya asli ayat-ayat cinta habiburahman tentu akan langsung percaya bahwa itulah hasil karya fenomenal novel luar biasa tersebut. Cerita roman picisan, gak jauh beda dari sinetron indonesia yang sangat merendahkan serta menjelek-jelekan agama Islam.
Sabar … Sabar … Ikhlas … ikhlas!!!
begitulah yang aku dapatkan di film ini. Film ini tidak hanya mampu merobah pandanganku tentang Film. Film ini mampu dan sudah merobah pandangan hidupku: tentang agama, kesetiaan, kerjakeras, komitmen, dan … cinta. Berkali-kali aku berucap syukur yang besar kepada Tuhanku yang sudah memberikan aku jalan menuju kedewasaan
Nice word eh?!atau…blackmarketing?!whatever…
Gw sungguh sangat kaget saat melihat cuplikan dimana tokoh maria tidak jadi meninggal, dimana tokoh fahri yang menginginkan maria untuk dijadikan istri keduanya, aisha yang tidak ikhlas dan tidak menghendaki fahri menikah dengan maria, dan maria tiba-tiba sembuh dari sakitnya, kemudian mereka semua tinggal serumah, dan adegan yang memperilihatkan kehidupan keluarga poligami bernuansa islami.
Jujur aja, jarang ada orang-orang dengan sikap menjengkelkan yang mampu membuat gw sampe naik darah meskipun mungkin orang-orang tersebut dengan sengaja menyerang gw secara pribadi. Tapi klo sudah berhubungan dengan agama, walaupun hanya hal sepele tapi sering membuat hati terasa perih, dan serasa di injek-injek. Mungkin ada yang berpikir, itu kan hanya film, setiap orang bebas ber-ekspresi lewat film dan bebas menuangkan angan-angan novel dalam bentuk suatu film, sesuai khayalan masing-masing. Tapi menurut gw, itu tergantung dari pihak yang membuat film. Gw inget banget, novel Harry potter yang dibuat filmnya betul-betul sangat diperhatikan oleh J.K Rowling agar alur cerita nya tidak melenceng dari alur cerita pada novel. Oke, mereka orang luar negeri…tingkat kecerdasan dan pemahaman mereka tentang seni lebih baik daripada orang-orang Indonesia yang hanya menginginkan materi. I can accept that.
Novel ayat-ayat cinta merupakan salah satu novel fenomenal yang berkekuatan islam, sangat jarang orang muslim bisa membuat karya seperti itu. Dan jika kita melihat di toko-toko buku, banyak novel-novel laing ingin ‘menyamai’ ayat-ayat cinta. Mulai dari cover-nya yang dibuat mirip hingga judul-nya yang juga dibuat mirip, atas nama cinta lah, dll. Hal ini menunjukan bahwa banyak plagiator yang ingin menyamai keopopuleran dan kedahsyatan novel ayat-ayat cinta.
Dengan adanya film ayat-ayat cinta, novel dengan kekuatan dahsyat seperti itu sepertinya bisa dengan mudah dibelokan segala sesuatu-nya. Novel tersebut merupakan novel pembangun jiwa, yang bisa membuat pembacanya merasakan keindahan agama islam, namun film-nya justru berusaha sebaliknya. Menunjukan kerendahan agama Islam. Dengan menonjolkan berbagai macam fakta yang pada ujung-ujungnya dapat menjatuhkan derajat agama Islam. Fakta-fakta tersebut dengan sangat halusnya dipaparkan, dengan bungkus yang luar biasa bagusnya, sehingga dapat membelokan inti dari novel yang sebenarnya.
Bisa dilihat dari paparan dan opini orang setelah menonton film ayat-ayat cinta (dan gw gak heran setelah melihat cuplikan-cuplikannya), mereka bukannya membicarakan keindahan islam namun justru membicarakan sisi poligami. Seakan-akan itulah inti dari karya sastra ayat-ayat cinta. Seakan-akan itulah inti dari orang-orang muslim yang menjalani hidupnya demi agama-nya.
Padahal dalam novelnya, fahri sangat tidak ingin menikah dengan maria. Fahri menjaga niatnya sebagai seorang suami, dan menjaga dirinya sebagai seorang muslim. Namun istri-nya lah, aisha, yang medesak dia untuk mau menikahi maria. Dan kasus maria pun tidak seperti layaknya di film. Namun maria digambarkan (saat sedang koma) mendapatkan hidayah dari Allah sesaat sebelum dia meninggal. Dia mendengarkan lantunan surat maria, dan dia tidak bisa memasuki pintu surga. Ada penghalang yang membuat dia tidak bisa memasukin pintu surga. Dan dari pengalaman-nya tersebut maria memutuskan untuk masuk islam. Dan setelah siuman, dia minta di-papah untuk berwudlu sebelum akhirnya meninggal dunia sebagai seorang muslimah.
Tidak ada kehidupan poligami, tidak ada ketidakikhlasan yang berlarut-larut dari aisha, tidak ada cerita maria sembuh setelah dinikahi fahri dan mereka menjalani kehidupan poligami seakan-akan fahri lah sang penghianat, tidak ada inti cerita yang menggambarkan akhirnya maria mendapatkan fahri setelah sekian lama berharap pada cinta fahri. Maria mendapatkan sesuatu yang lebih daripada hanya sekedar cinta pada seorang manusia, maria mendapatkan cinta Allah dengan diberikan hidayah dan diberikan kesempatan di-sisa waktunya untuk bisa memasuki pintu surga, cinta Allah yang diberikan kepada mahluknya di menit-menit akhir sisa hidupnya. Dan maria mengagumi fahri bukan karena (hanya) sisi manusia, namun karena keteguhan fahri sebagai seorang muslim dimana maria bisa melihat keindahan islam dari fahri.
Yap, pasti masih ada yg berpikir gw terlalu berlebihan karena mempermasalahkan ketidakcocokan antara novel dengan sebuah film. Tapi percaya deh, efeknya akan sangat besar.
Alhamdulillah, benar. MD Entertainment menawari membuat Film Ayat-Ayat Cinta (AAC).
‘Kenapa anda membuat film ini?’ Tanyaku
‘Sederhana. Pertama, Ini film dari Novel best seller. Kedua, penduduk indonesia 80 persen muslim. Kenapa saya tidak membuat film tentang mereka? Kalau saya minta 1 persen dari 80 persen masak tidak bisa.’
1% dari 80% penduduk muslim Indonesia berarti sekitar 2 juta penonton. dikalikan 10 ribu per tiket. Berarti pendapatan kotor 20 milyar. Kalau bujet produksinya 10 milyar, keuntungan yang didapat 10 milyar.
Oke, pihak produser merupakan mahluk tamak yang hanya memperdulikan masalah uang. I don’t care about that. Namun ternyata dampaknya bukan hanya masalah materi. Bisa dibayangkan bahwa 80% muslim di Indonesia (lagi-lagi untuk kesekiankalinya) di cekokin fakta-fakta yang tidak baik tentang islam, fakta-fakta yg diputar-balikan dan dibuat dengan sangat rapih serta indahnya agar dapat merubah sudut pandang masyarakat tentang islam.
Yap, jangan salahkan ‘mereka’. Tapi salahkan kenapa banyak muslim yang tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak ada seorang muslim yang mampu membiayai film tersebut. Hanya ‘mereka’, yang menguasai tingkat perekonomian saja yang mampu dan sudah menjadi hukum alam hasilnya tentu saja terserah apa kata ‘mereka’. Ini hanya merupakan bagian dari perang, dan umat muslim saat ini dalam posisi kalah.
Gw cuma berharap, semoga untuk seterusnya tidak ada lagi karya sastra hasil karya seorang muslim jenius seperti habiburahman yang dibuat film-nya. Pembuatan film hanya akan merusak nilai-nilai sastra tersebut.
Dan buat sang sutradara, semoga saja tulisan-tulisan di-blog nya selama ini bukan merupakan salah satu usaha untuk menaikan keopopularitas-an film ayat-ayat cinta. Semoga saja jika dia menyebut nama Allah, betul-betul dari lubuk hati yang paling dalam dengan penuh keikhlasan. Bukan seperti para artis Indonesia yang menyebut nama Allah demi mendapatkan kepingan-kepingan materi tambahan, gak jauh beda dengan (acting?!) para peminta-peminta jalanan yang minta dikasihani dengan terus menyebut nama Allah agar mendapatkan kepingan-kepingan materi.
Untuk ku agamaku, dan untuk mu agamamu
Itulah yang diajarkan oleh Islam, tapi kenapa ‘mereka’ masih terus menggangu ketenangan kita?!
Diposkan oleh
candra
pukul
2:32 PM
2
komentar
Link ke posting ini
Kategori: Islam, Warna-warni
Kamis, April 23, 2009
Kompatibilitas: Bug utama ubuntu / linux
Banyak artikel yang memposting tentang kesulitan-kesulitan migrasi total. Kebanyakan saya lihat kesulitan itu hanya seputar adaptasi penggunaan aplikasi yang dianggap "makhluk asing" seperti OpenOffice.org, GIMP, bahkan pemutar musik XMMS. Yah, ternyata saya memiliki kesulitan tersendiri dalam migrasi ini...
1. Format file OpenOffice.org yang sering tidak kompatibel dengan MsWindust. Misal hasil ketikan dari OpenOffice.org yang disimpan dalam format MsWordXP/2003 (.DOC) kadang tetap saja hancur jika dibuka dengan MsWord. Padahal saya tidak memiliki printer sehingga TERPAKSA harus membenahi dahulu hasil ketikan dari OpenOffice.org dengan MEMASANG MsWord2003 BAJAKAN. Kelemahan ini dapat diatasi dengan membeli printer sendiri sehingga tidak perlu membawa file .DOC kemana-mana.
2. Virus yang masuk kedalam FlashDisk seringkali merubah atribut semua file & folder didalamnya menjadi super hidden jika dibuka di mesin ber Windust. Karena atribut super hidden ini 'nggak ngaruh blas' dalam mesin Linux, untuk mengembalikannya harus memakai MsWindust pula. Jika semua mesin yang saya temui ber-Linux, maka super hidden ini tidak ada artinya. Tapi repotnya saya masih harus sering akses mesin yang bukan milik saya dan tentu saja: Windows....
3. Format file musik ogg vorbis (.OGG) seringkali tidak bisa diputar pada mesin Windust dengan hanya menggunakan WMP tanpa codec tambahan. Solusinya yah tetap saja menggunakan format MP3 atau memaksa memasang codec tambahan pada setiap mesin Windust. Begitu pula dengan format video (OGG Theora). Padahal hampir semua koleksi lagu saya dalam format ini.
4. FlashDisk yang menggunakan format partisi Ext2 / Ext3 lagi-lagi tidak dikenal didunia per-Windows-an. Bisa saja menggunakan aplikasi misalnya Ext2FS, tetapi bagaimana cara mengkopi installernya? bisa saja dengan mendownload langsung, itu jika mesin terkoneksi internet. Atau memasangnya melalui CD-ROM, atau bahkan Floppy, tetapi mau dikemanain fungsi portabilitas FlashDisk jika tetap ribet seperti itu?
Ah semoga om bill segera sadar agar lebih ramah dengan Open Source....
Diposkan oleh
candra
pukul
3:50 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Senin, Maret 30, 2009
Kuliah Online, why not ???
Tampaknya mulai sekarang impian saya tentang Internet University mulai dapat kita nikmati. Tidak main-main, kita dapat menikmati kuliah di universitas hebat seperti MIT, Stanford, Harvard atau Princeton dengan dosen dan professor terhebatnya. Siapa yang tidak mengimpikan universitas dengan fasilitas lengkap, pusat riset tehnologi terdepan, tempat mahasiswa berkualitas jempolan dari seluruh dunia. Lulusan-lulusannya kini bercokol di perusahaan berkelas dunia, lembaga riset paling top atau mengajar lagi di kampus top pula. Pokoknya serba T.O.P deh...!
Nah, berkat jasa Richard Ludlow, dosen di Universitas Yale, New England, USA, kita dapat menikmati kuliah online. Ia mendirikan situs Academic Earth yang berisi ribuan materi kuliah yang dibawakan dosen-dosen dari universitas terkenal seperti diatas. Ide mendirikannya sendiri karena ketidaksengajaan ketika mencari bahan untuk kelas aljabar linier dari internet, ia menemukan video kuliah online dari Gilbert Strang, seorang profesor matematika di MIT.
Kita dapat menikmati kuliah dari berbagai disiplin keilmuan yang dikelompokkan untuk dapat dicari dengan mudah. Selain itu video juga dapat dicari berdasar nama dosen dan asal universitasnya. Menarik sekali karena ada juga kuliah dari dosen tamu yang bernama Larry Page, pendiri Google, CEO Yahoo Carol Bartz, dan masih banyak dosen tamu lainnya.
Sayangnya sebagai WNI aseli seperti saya yang phobia dengan bahasa Inggris, mulai sekarang harus belajar banyak, terutama listening sambil menunggu barangkali nanti diberikan fasilitas subtitle seperti youtube. Rencananya memang masih banyak yang akan ditambahkan ke situs ini seperti iklan, materi konferensi, hasil penelitian, form komentar dan download dalam bentuk MP3. Pokoknya lengkap deh.
Jika dahulu ivan illich memberikan gagasan masyarakat tanpa sekolah, mungkin dia yang pertama patut berbangga karena mungkin saja pada beberapa puluh tahun lagi bisa tercapai. Setidaknya saat ini kita dapat menikmati kuliah di dunia maya dengan situs video online, e-Learning, wiki, manual page, atau bahkan Google Scholar. Tentu saja kita tidak akan mendapatkan ijazah. Jika sekarang sudah ada perpustakaan umum, kita berharap segera ada yang memprakarsai adanya laboratorium umum sehingga semakin lengkaplah kuliah mandiri ini.
Yah meskipun keahlian dan bahkan kepakaran hasil kuliah mandiri ini bisa saja lebih hebat dari mahasiswa sejati, kita tidak bisa berharap banyak akan bisa dipercaya tanpa embel-embel IJAZAH dan identitas FORMAL, apalagi kita hidup di INDONESIA. Lebih baik kuliah di universitas fiktif dengan ijazah siluman. Yang penting MASTER, yang penting DOKTOR trus ikutan NYALEG. Karir pun sukses. oke!!
Diposkan oleh
candra
pukul
6:02 AM
0
komentar
Link ke posting ini
Kategori: Warna-warni
Jumat, Maret 20, 2009
The New Variants of Ubuntu


Ide pertama dari hasil keisengan teman saya kamar sebelah, trus saya retouch lagi. Ni kalo bang Mark Shuttleworth tau bisa marah-marah neh. Ato jangan-jangan malah disetujui. Yang mana ya yang paling bisa direalisasikan??...hehe...
Diposkan oleh
candra
pukul
3:19 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Kategori: Linux, Ubuntu, Warna-warni
